Mencoba Menenun di Desa Sasak Sade Lombok Tengah

0
Desa Adat Sasak Suku Sade Lombok Tengah

Setelah dari desa Ende, perjalanan kami lanjutkan menuju desa adat Sasak Sade yang tidak jauh letaknya. Perjalanan kami tempuh kurang dari 10 menit. Awalnya kondisi jalan aspal mulus, sesaat sebelum sampai ke desa Sade kami harus berjalan melalui jalanan yang sedang diperbaiki dan diperlebar sekitar sepanjang 1 km.

Pelafalan ‘e’ pada kata Sade & Ende dilafalkan seperti ketika kita mengucap kata ‘delima’, bukan ‘e’ seperti pada kata ‘dewa’. Jadi, Desa Ende di Lombok, pengucapannya berbeda dengan Ende yang ada di NTT.

Desa Sade berada di sebelah kiri jalan, sedangkan lokasi parkir berada di seberangnya. Sama seperti di desa Ende, begitu kami memarkirkan motor, salah seorang guide langsung mendatangi kami. Dia adalah warga dari desa ini, Mas Ono namanya. Kemudian kami diajak masuk ke desa yang terdiri dari rumah tersebut.

Sambil berjalan, Mas Ono memberi penjelasan mengenai suku Sasak di desa ini. Meskipun ada beberapa perbedaan antar suku Sasak satu dengan yang lain, budaya di sini tidak begitu berbeda dengan desa Ende seperti yang sudah saya tuliskan di artikel sebelumnya, meliputi tradisi pernikahan dengan metode ‘kawin culik’, Peresean, hingga tentang kotoran ternak yang dijadikan ‘semen’ untuk melapisi lantai  tanah. Di dalam budaya Suku Sasak, yang boleh menenun hanya kaum wanita, dan lelaki tidak boleh menenun.

Desa Adat Sasak Sade Lombok Tengah
Rumah-rumah adat di Desa Sade, Lombok Tengah

Desa ini terlihat sangat padat karena hampir tiap rumah di desa ini menjajakan aneka kerajinan khas Lombok. Di area depan rumah mereka manfaatkan untuk membuka lapak dagangan. Ditambah dengan padatnya pengunjung, kita nggak bisa jalan-jalan santai di sini.

Desa Adat Sasak Sade Lombok Tengah

Dalam tour desa kali ini, kami disempatkan mampir di salah satu tempat penjualan kain tenun. Kami diperlihatkan secara langsung proses menenun kain-kain yang dijual tersebut. Bahkan kami juga dipersilahkan untuk mencoba alatnya!

Desa Adat Sasak Sade Lombok Tengah
Sok-sokan belajar menenun langsung dari ibu penenun di Desa Sade

Rina nampak kebingungan menggunakan alat tersebut meskipun sudah diarahkan. Memang rumit sih! Baru dapat satu sulaman benang, dia pun menyerah. Hahaa..
O ya, di sini, benang yang digunakan juga mereka pintal sendiri loh.

Desa Adat Sasak Sade Lombok Tengah

Setelah mencoba alat tenun, perjalanan kami lanjutkan menuju masjid yang berada di dalam desa ini. Dari masjid kami melanjutkan berjalan ke arah luar dan tour singkat ini pun selesai. Di area luar terdapat banyak lapak yang menjual berbagai kerajinan produk dari desa Sade. Kami sempatkan berfoto-foto di gerbang utama desa Sade. Lalu kami berpamitan dan melanjutkan perjalanan kami menuju pantai Kuta yang hanya membutuhkan waktu berkendara 15 menit ke arah selatan.

Lokasi Desa Sasak Sade Lombok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen − twelve =