Bermain dengan Clay Ala Rina

0
366
views
Kerajinan Clay Bentuk Gajah

Aku suka banget dengan segala hal berbau kerajinan tangan. Berbagai medium udah aku coba, mulai dari flanel (dulu pernah jualan hasil kerajinan flanel juga), ke clay alias tanah liat, hingga cardboard. Tiap medium ada tantangan tersendiri, tapi medium yang paling aku suka itu clay. Kenapa? Soalnya teksturnya lunak, enak dibentuk, di-sculpting.

Hingga saat ini aku pernah nyoba main 2 jenis air dry clay dan tanah liat beneran. Apa itu air dry clay? Jadi yang namanya clay yang ada di pasaran itu ada 2 jenis, air dry clay dan polymer clay. Air dry clay ini bisa kering dan mengeras sendiri kalau kena udara terbuka, jadi kita sculptingnya ngga bisa ditinggal lama, harus cepat jadi. Sedangkan polymer clay (aku belum pernah pakai sih) kering dan mengerasnya perlu di oven dulu, jadi sebelum di oven ya belum keras gitu. Katanya sih.

Jenis air dry pertama yang pernah aku pakai itu merk Sakura Air Dry Clay. Teksturnya enak banget, lunak, ringan, mudah dibentuk. Kadang dijual di toko buku – toko buku di Semarang (kalau stoknya masih sih). Bentuknya seperti ini :

sumber gambar disini

Hasil akhirnya setelah kering total itu lembut dan ringan, kayak gabus. Ini beberapa hasil karyaku pakai clay ini diwarnai pakai cat akrilik :

Air dry clay kedua yang aku pakai merk DAS Clay yang putih. Ada juga varian lain yang warna terracota (cokelat tanah). Ini lebih alot dari jenis yang pertama dan juga lebih padat. Kalau di Semarang dijual di toko buku Merbabu. Kalau ngga ada? Beli di online shop lah. Ini penampakannya :

sumber gambar disini

Hasil akhirnya keras, padat, berat, dan bertekstur. Hampir kayak gips kalau menurutku. Ini hasil jadinya :

Yang terakhir adalah pengalamanku menggunakan tanah liat asli waktu latihan membuat gerabah di Kasongan beberapa bulan lalu. Lebih berat dan padat dibanding kedua clay diatas pastinya. Hasil jadinya, kekerasannya seperti apa juga aku ngga tahu pasti karena programku cuma sampai modelling. Modelling-nya aja bisa bagus gini soalnya dibantu sama Pak Tutornya. Hahahaaa…

Pembuatan gerabah ini prosesnya panjang banget kakak. Setelah modelling masih harus dijemur kira-kira semingguan, setelah kering baru dibakar. Makannya saya cuma sampai proses modelling saja. Tempat pembakarannya masih tradisional banget lo. Kira-kira ini prosesnya (iya, yang di foto itu saya :p) :

Oke, sekian sharing pengalaman saya tentang dunia per-clay-an. Mungkin ada yang suka ‘mainan’ clay atau membuat gerabah? Boleh dong di-share disini 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here